Minggu, 07 Desember 2014
di 2014, 7 desemberku...
Hari ini aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, di depan televisi sambil menyetrika pakaian, maklumlah aku berada dalam keluarga yang jumlahnya cukup besar, sehingga jumlah pakaian yang ku setrika juga lumayan membuat lelah :) Sesekali aku beristirahat meluruskan pinggang sambil bermain bbm. Dalam beberapa waktu lamunanku hari ini, aku teringat kembali kenangan yang telah aku rajut di negeri orang. Beberapa waktu yang lalu aku mengambil liburan ke luar pulau untuk melakukan beberapa urusan penting. Kali ini aku ingin bercerita tentang penggalan kisahku dalam perjalanan tersebut.
Jumat, 05 Desember 2014
di 2014, 6 desemberku...
Ada
banyak hal yang tak bisa diduga dalam dunia kerja, seperti ceritaku hari ini. Ini
hari Sabtu dan seharusnya aku tidak berada disini, di kantorku, perusahaan X,
tepat pukul 8 pagi dengan arahan atasan di hari sebelumnya bahwa hari ini kami
harus masuk untuk mengejar target penjualan cabang. Kami yang aku maksud adalah
para karyawan yang bekerja di bagian pemasaran. Dan disitulah aku sekarang, jam
menunjukkan pukul 08.09 WIB, aku masih satu-satunya pegawai pemasaran yang
hadir, ditemani beberapa orang tukang yang sedang membongkar bagian teller untuk direnovasi. Maklum saja,
aku adalah pegawai baru, baru masuk bulan ke-4 bekerja di perusahaan ini. Jadi,
tentu saja aku masih belum mengerti jam kerja hari Sabtu itu sebenarnya mulai
dan selesai pada pukul berapa. Ah sudahlah, yang jelas aku sudah hadir disini
dan mengisi kebosananku dengan membuat tulisan ini. Aku ingin berbagi isi
pikiranku padamu, orang yang sedang membaca tulisanku.
Pagi
ini, aku sempat menangis sebentar. Aku kecewa dengan adikku yang menentang
ibuku. Setelah sarapan, terjadi insiden kecil, kaki ibuku terkena ujung
setrikaan, dan beliau menegur adikku untuk lebih berhati-hati menarik tasnya,
berhubung saat itu setrikaan berada dekat dengan tas sekolahnya. Maklum saja,
rumah kami bukanlah istana yang memiliki ruang-ruang khusus sehingga segala
kegiatan kadang kala bercampur aduk, seperti menyetrika di lantai tanpa meja
khusus setrikaan. Kami hanya memiliki rumah sederhana, dan itupun rumah dinas
yang diperoleh karena ibuku seorang guru PNS. Tapi adikku ini tidak terima
ditegur ibuku hingga dia menentang dan tidak mau mengantar ibuku ke sekolah
dengan sepeda motorku, lalu setelahnya aku dan dia berangkat bersama karena
sekolahnya dan kantorku berdekatan.
Kegiatan rutin kami pagi ini seharusnya
berjalan lancar, namun karena aku begitu jengkel dengannya kutawarkan saja pada
Ibu agar aku yang mengantar dan biarkan dia naik becak ke sekolah. Yang terjadi
malah diluar dugaanku, ibu memberinya uang untuk naik becak dan beliau juga
tidak ingin aku antarkan, akhirnya masing-masing dari mereka pergi sendirir. “Biarkan
saja uang ini habis” ucap ibuku singkat lalu pergi. Aku tahu uang yang dimaksud
itu adalah uang pecahan 2 ribuan dari dompet kecil itu. Uang itu adalah
tabungan murid ibuku, miris sekali rasanya bukan. Seorang guru, pegawai negeri,
namun masih harus memakai uang tabungan murid untuk kebutuhan sehari-hari.
Jam
telah menunjukkan pukul 08.53, dan tak
satupun pegawai kantor selain aku yang hadir. Dan akhirnya mereka datang, 1
orang pegawai dan atasan kami, pada pukul 9.30 WIB. Semuanya ternyata akibat
handpone ku yang tidak bisa nyala dari tadi malam, ternyata paginya si bos
sudah bbm ke aku, dan mereka telah sepakat hadir di kantor jam 9-an. Aku
bekerja dulu ya, mungkin kamu juga bisa melanjutkan aktifitasmu. Setelah
nyantai nanti aku akan menulis lagi untukmu, yang mau meluangkan waktu membaca
tulisanku. Salam senyum yang hangat dariku. Semoga hari kita menyenangkan,
sampai jumpa :)
Langganan:
Postingan (Atom)